wilujeng sumping@bulan blog

Jumat, 30 April 2010

Manusia sebagai mahluk yang sempurna dibandingkan dengan mahluk Tuhan lainnya, tak pernah lepas dari salah dan hilaf. Pun begitu, Bulan Fatihati Ruhimat selama perjalanan mengarungi biduk kehidupan kadang tersandung dan terjatuh....sakiiiiiit... itu pasti....

Tersandung dan terjatuh karena kesalahan yang disengaja ataupun karena hilaf yang dipelihara., telah membuatku menyadari bahwa aq begitu bodoh membiarkan diri terobsesi oleh hal yang tidak pantas untuk diikuti. Tapi keyakinan tertanam kuat dalam hati bahwa Allah SWT sangat mencintai dan menyayangi hambaNYA, betapapun besar kesalahan yang dilakukan, Rabbii kan selalu mengampuni hambaNYA. Sangat jauh berbeda dengan hati manusia yang begitu sulit memaafkan kesalahan sudaranya meski beribu kali meminta maaf.


Ya.....hanya rasa cinta yang mampu menghapus semua salah dan hilaf, ketika dalam hati masih terpendam dendam maka jangan harap, maap itu ada untuk sang pembuat salah.
Beruntunglah duhai para insan yang masih mempunyai rasa Rahman dan Rahim, karena engkau menjadi salah satu insan terpilih yang dapat menikmati keindahanNYA,amiin..

Semoga daku selalu mampu memaafkan kesalahan, kehilafan, keangkuhan dan kesombongan orang-orang di sekelilingku, ya Rabb.....jangan KAU lepas belenggu cinta dan magfirohMU untukku.....


Kamis, 29 April 2010

Barangsiapa yang tidak pernah mencicipi pahitnya belajar, maka dia akan meneguk hinanya kebodohan disepanjang hidupnya. Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu di masa muda maka bertakbirlah empat kali untuknya, karena sungguh dirinya telah wafat ( Diwan al imam asy syafi'i, Dar al kutub al ilmiyah )

Sabtu, 24 April 2010

Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku
perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku
perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku
Jadikanlah ya Allah....
kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan
dan.....
jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan,amiiin......

Jumat, 23 April 2010

Pandanglah hari ini!
Sebab inilah hidup, hidup yang benar-benar hidup
Dalam jangkanya yang singkat ini
Terletak semua kebenaran serta kenyataan eksistensi mu:

Kebahagiaan pertumbuhanmu
Kemuliaan perbuatanmu
Kemegahan karyamu,

Sebab kemarin hanyalah mimpi
Dan esok hanyalah bayangan,
Tapi hari ini sungguh ada dan membuat kemarin menjadi mimpi bahagia
Dan besok menjadi bayangan yang berpengharapan,
Oleh karena itu pandanglah hari ini!
Inilah salam kepada fajar

Kamis, 22 April 2010

langit dan bumi

Dimata orang arif, langit adalah lelaki dan bumi adalah perempuan
Bumi menerima apa yang diturunkan langit keharibaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, langit mengirimkan panas
Jika bumi kurang segar,langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagai suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
............. Tanpa bumi apakah langit bisa menghasilkan air dan panas?

Jumat, 16 April 2010

Dari Abu Hurairah ra..

katanya Rasulullah SAW bersabda:" Barangsiapa yang mengajak ke jalan kebenaran maka dia memperoleh pahala sebanyak yang diterima oleh orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikitpun. Dan siapa yang mengajak ke jalan kesesatan, maka dia memperoleh dosa sama banyak dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikitpun." ( HR Muslim )
Ada sebab akibat di dunia fana ini. siswa yang ber-ulah, anak-anak yang membantah, dan rakyat yang tidak hormat, disebabkan karena kurangnya pendidikan agama sebagai landasan hidup.
wahai para guru, orangtua, dan para pemimpin........janganlah berharap ....murid, anak-anak, dan rakyatmu, menjadi apa yang kalian harap, bila anda tidak mengenal Allah, tidak mentaati Allah, tidak mencintai Allah, dan tidak mendidik murid, anak-anak, dan rakyat untuk mengenal, mentaati, dan mencintai Allah.
Karena pendidikan agama secara otomatis membentuk kepribadian murid hormat kepada guru, anak-anak taat kepada orangtua, rakyat cinta dan memuliakan pemimpinnya.
" Faqidusysyaik La Yu'tiih". Orang yang tidak memiliki, bagaimana akan memberi....jangan pernah menyalahkan murid, anak-anak, atau rakyat. Bukankah mereka hanya sebagai cermin guru, orangtua, dan pemimpin.
Berkacalah sebelum cermin pecah!!
Usah pula buruk muka cermin yang di hancurkan.....